PROGRESIFITAS GERAKAN PENCERAHAN PEMUDA MUHAMMADIYAH

Posted: 8 April 2016 in Umum

Oleh : IMAM YUDHIANTO S, SH, SE, MM (Ketua Bidang Dakwah dan Pengkajian Agama PDPM Magetan 2010-2014)

IMG_20150509_183001

KENYATAAN YANG TIDAK TERPUNGKIRI

Bak habis jatuh ketiban tangga, Indonesia diguncang bencana moral sejalan dengan guncangan krisis ekonomi dan krisis multidimensi lainnya. Hari ini pemuda sudah semakin laten menjadi mangsa tangan-tangan kotor tak bertanggung jawab. Demi rupiah dan kemenangan ideologi, para musuh musuh Islam rela menghancurkan masa depan para pemuda.

Sebut saja permaianan judi, rokok, minum-minuman keras, seks bebas dan narkoba selalu menjadi ancaman yang tiada pernah berhenti. Belum lagi pengaruh pemahaman sesat dan menyesatkan, mulai dari komunisme, sekularisme, liberalisme, pluralisme, hingga pemahaman sekte syi’ah yang telah difatwa haram dan sesat oleh MUI, semua siap menerkam otak, pemikiran dan pandangan hidup para pemuda.

Ditilik dari angka dan tingkat kriminalitas, keadaan Indonesia sudah pada ambang batas bahaya dimana tindak kejahatan sudah melebihi batasan nalar. Gambaran kasus-kasus tindak kejahatan kian memprihatinkan, bahkan dapat dinilai tidak berprikemanusian apalagi landasan agama. Contohnya seperti kejadian menghilangkan nyawa manusia, seakan dilakukan semudah membunuh serangga, tindak pelecehan kekerasan seksual kini sudah sampai tingkat mengincar balita, kekerasan dalam rumah tangga kerap kali berujung maut, pelaku tindak pidana sudah sampai menghinggapi kalangan anak anak, dan contoh-contoh lainnya yang membuat miris hati dan tetesan air mata tanda prihatin. Apa yang terjadi dihadapan mata kita telah membuktikan bahwa ada yang salah dengan bangsa ini. Moral dan akhlak bangsa ini jelas-jelas sudah rusak.

Menanggapi apa yang terjadi apakah bangsa ini hanya akan berdiam diri, hanya memfokuskan perbaikan di sektor ekonomi, namun mengorbarkan jati diri dari sesosok manusia yang mengarah sifat dan tingkah lakunya berevolusi seperti binatang. Ironis memang, disaat perekonomian ingin didongkrak dengan berbagai dukungan, baik financial, fasilitas, infrastruktur dan stakeholders yang loyal dan hebat,  di sisi lain justru pendidikan agama yang benar sebagai ujung tombak perbaikan moral, dianggap sebagai bahaya laten ideologi negara. Para aktivis islam dituduh teroris, porsi anggaran pengembangan agama diminimalisir, dan sebagian besar kegiatan penguatan aqidah dicurigai. Quo vadis pembangunan moral dan karakter generasi bangsa?

 

MERINDUKAN SOSOK PEMUDA ISLAM

Saat ini ada sebuah pertanyaan yang selalu menunggu untuk dicari jawabannya adalah dimanakah para pemuda islam itu sekarang? Dimanakah mereka bersembunyi? Apakah mereka bersembunyi seperti yang dilakukan Ashabul Kahfi?

Mereka tidak lagi seperti pelangi yang selalu memberikan warna warni yang indah dalam kehidupan, mereka kini hilang ditelan zaman. Budaya hidup western sepertinya lebih mendominasi dan mudah diterima, sementara budaya timur dan berbau agama dianggap kuno. Gaya hidup, pakaian, bahasa, jauh dari norma, seolah semua keinginan mereka harus dilampiaskan dengan tawuran, budaya hidup hedonis, foya-foya dan sedikit tidak beradab. Hidup bagaimanakah sebenarnya yang mereka cari?

Islam begitu mengambil perhatian yang besar terhadap pemuda, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah.” (HR. al-Bukhari no.1357)

Islam tidak membiarkan pemuda lepas kendali tanpa arahan, meskipun memang harus diakui bahwa hidup di zaman modern dan serba canggih ini tidaklah mudah, banyak sekali godaan bagi pemuda untuk memperturutkan hawa nafsunya, dengan segala fasilitas yang mudah dan instant membuat para pemuda islam terlena, tidak menyadari bahwa musuh-musuh Islam sedang mengintai mereka, melihat kelengahan mereka dan suatu saat bisa menerkam dan memenjarakan mereka dalam api penyesalan seumur hidupnya.

Pemuda adalah asset paling berharga bagi setiap Negara terutama agama, mereka harus bisa memilih dan menentukan nasib mereka, karena jika pemuda itu baik, maka akan baiklah Negara dan agamanya, Insyaallah, biidznillah.

Islam selalu membimbing para pemudanya untuk kreatif, aktif dan optimis, sebuah pepatah islam mengatakan: “Bukanlah pemuda jika ia mengatakan inilah ayahku…akan tetapi pemuda adalah yang mengatakan inilah aku inilah diriku.” Kemandirian yang selalu diharapkan dari seorang pemuda, tidak hanya pandai menggunakan fasilitas yang sudah tersedia, namun seharusnya pandai menciptakan peluang dan kesempatan menjadi sebongkah berlian. Pada dasarnya kita merindukan pemuda yang penuh dedikasi untuk orang tuanya, agama, bangsa yang semakin terpuruk ini, bukan pemuda yang tidak punya adab, selalu pesimis dan hedonis, yang pada akhirnya hanya menjadi beban, menguras fikiran dan tenaga dan berujung pada hancurnya sebuah Negara.

Pemuda Muhammadiyah adalah bagian tak terpisahkan dari Pemuda Islam yang ada di Indonesia. Pemuda Muhammadiyah adalah anak Kandung dari Persyarikatan Muhammadiyah yang didirikan pada tanggal 26 Dzulhijjah 1350 Hijriyah bertepatan dengan 2 Mei 1932 Miladiyah dan Pimpinan Pusatnya berkedudukan di Ibu Kota Negara Repubik Indonesia.

Lalu Bagaimana peran organisasi yang berlambang Melati ini dalam menghadapi kondisi bangsa sebagaimana dipaparkan di atas?  Benarkah Pemuda Muhammadiyah telah berbuat optimal dalam melayani umat dan bangsa ini? Ataukah kehadirannya hanya sekedar pelengkap di tengah-tengah masyarakat dan bangsa Indonesia?

Dalam menjawabnya maka diperlukan revitalisasi Gerakan Pemuda Muhammadiyah menuju cita dan harapan. Di pundak Pemuda Muhammadiyah tergantung setumpuk harapan. Kerja-kerja nyata Pemuda Muhammadiyah sedang dinantikan. Banyak agenda umat yang harus segera diselesaikan. Tidak ada waktu lagi untuk berpangku tangan.

Saatnya kini Pemuda Muhammadiyah membuktikan dirinya sebagai kader persyarikatan, kader ummat dan kader bangsa.

Dengan sejumlah potensi yang dimilikinya, Pemuda Muhammadiyah memiliki peluang yang cukup besar dalam memperbaiki kondisi yang ada. Sebagai generasi penerus idaman umat, Pemuda Muhammadiyah diharapkan dapat melanjutkan perjuangan dalam menjemput masa depan yang lebih baik. Pemuda Muhammadiyah merupakan salah satu elemen yang menjadi kunci sekaligus penggerak perubahan di seluruh sektor kehidupan.

Agar harapan-harapan besar yang diemban di pundak Pemuda Muhammadiyah dapat diwujudkan ke alam realitas, maka sangat perlu melangsungkan strategi gerakan Pemuda Muhammadiyah sebagai wadah perjuangan bagi para kader-kadernya dalam mempersiapkan pemimpin bangsa masa depan yang tangguh, handal, dan  mampu mengikuti dinamika zaman dalam upaya menciptakan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Semoga saja melalui moment penting semacam Musyawarah Daerahhal hal stategis bisa dirumuskan dan direalisasikan.

Selamat Melangsungkan Musyawarah Daerah Pemuda Muhammadiyah Tahun 2016. Semoga Muncul Para Pemimpin yang mencerahkan, visioner, amanah dan tangguh menghadapi tantangan zaman. Aamiin
FASTABIQUL KHAIRAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s