MUSDA PDPM MAGETAN PENUH “INTERVENSI” POLITIK?

Posted: 25 April 2011 in Info Terbaru

Musda (Musyawarah Daerah) Pemuda Muhammadiyah Magetan ke XIV yang berlangsung pada hari Ahad, tanggal 24 April 2011 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jalan Thamrin 18 Magetan, berhasil memilih Joko Purnama, S.Pd,M.Si sebagai Ketua Umum PDPM Magetan periode 2011-2014. Terpilihnya Joko Purnama, sebagai Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah menegaskan adanya intervensi politik praktis terhadap ormas kepemudaan Muhammadiyah tersebut.

Aroma intervensi terlihat jelas dengan kehadiran politisi partai yang berposisi sebagai legislator di parlemen lokal dan nasional.  Diantaranya H.Sutikno, Bsc, Nahar Mukti Ali, dan Wahyu yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Magetan dari partai berlambang Matahari biru. Serta seorang politisi senayan (anggota DPR-RI) bernama  Mardiana Indraswati, yang mengikuti acara Musda dari pembukaan sampai acara selesai.

Kehadiran para politisi dari Partai Tertentu, untuk mengikuti acara Musda Pemuda Muhammadiyah semakin menguatkan dugaan adanya kepentingan politik atas eksistensi Pemuda Muhammadiyah di Magetan.  Kepentingan politik praktis yang jauh dari mandate khitthah Muhammadiyah.

Sebelum Musda berlangsung telah ada upaya “pemaksaan” (Mobilisasi) dukungan  oleh  jajaran elite struktural PDPM Magetan kepada jajaran pengurus ranting Pemuda Muhammadiyah Magetan, agar mengarahkan dukungan kepada calon tertentu. Upaya memaksakan dukungan bahkan dilakukan dengan cara-cara yang tidak etis dan cenderung “cacat” konstitusional.

Joko Purnama (kedua dari kanan) bersama Mardiana Indraswati (Politisi Senayan)

Diawali dari proses pembentukan panitia pemilihan yang tidak sesuai prosedur dan AD/ART pemuda Muhammadiyah. Sebagaimana telah dipahami bersama bahwa menjelang pelaksanaan Musda perlu dibentuk panitia pemilihan. Posisi ketua umum dan sekum PDPM seharusnya demisioner. Namun kenyataannya  ketua PDPM Magetan tidak  demisioner, bahkan aktif mengintervensi  proses  kerja dan musyawarah panitia pemilihan. Panitia pemilihan ditunjuk sepihak oleh Ketua PDPM Magetan dan hingga proses Musda Berlangsung, anggota panitia pemilihan tidak memiliki legalitas hukum karena tidak dibuatkan SK oleh PDPM (kesaksian Mahfud, sebagai anggota panitia pemilihan).  Hal tersebut menunjukkan seluruh hasil Musda cacat konstitusi dan layak dibatalkan demi hukum, karena panitia pemilihan tidak memiliki legalitas hukum sebagai dasar melakukan aktivitas  penyelenggaraan Musda.

Kemudian ada fakta bahwa Dalam distribusi surat undangan untuk pengajuan bakal calon ketua dan formatur PDPM Magetan dari masing-masing PCPM  ada kecurangan politis, yakni : (1). Yang menandatangani surat undangan tersebut Ketua PDPM dan sekum, bukannya ketua dan sekretaris panitia pemilihan. Hal ini Nampak sebagai bentuk mobilisasi dukungan dan intervensi keputusan PCPM. (2). Dan bahkan ada upaya pemaksaan dan kampanye terselubung dari ketua PDPM yang tidak mau demisioner, seperti yang diungkapkan oleh Arif dan Sumaryono pengurus PCPM Barat.

Sebelum penyelenggaraan Musda juga terjadi  kecurangan organisasional, yakni .pembentukan pengurus dan organisasi baru (bayangan) PCPM  Karas, Karangrejo, dan Kartoharjo tanpa melalui mekanisme sesuai AD/ART dan terkesan sebagai politik dagang sapi (kesaksian Sumaryono pengurus PCPM Barat). Karena PCPM bentukan baru tersebut dipaksa untuk mencalonkan ketua PDPM yang seharusnya demisioner, menjadi bakal calon ketua PDPM Magetan 2011-2015.

Berbagai tindakan politik yang tidak etis, menjauh dari nilai Islami, serta cenderung tidak transparan terjadi pula pada saat proses pemilihan berlangsung. Pertama, memobilisasi dukungan orang-orang  diluar kader Muhammadiyah yang diskenario untuk dijadikan peserta legal musda, namun upaya ini gagal karena sdr Slameto mengusulkan verifikasi kader dan peserta Musda dengan menggunakan surat  mandat dari masing-masing PCPM. Kedua, ada tekanan politis elite partai di level lokal sampai nasional yang secara vulgar memberikan dukungan kepada  Joko yang nota bena merupakan kader partai. Ketiga,  pada saat proses penghitungan suara memasuki tahap kedua, yang berkompetisi sebagai bakal calon ketua PDPM Magetan tinggal 2 orang ada upaya  penjegalan secara sistematis oleh pimpinan sidang (musda) terhadap kandidat lain yang dianggap rival berat Joko. Bahkan Joko terkesan secara de facto mengambil alih otoritas pimpinan sidang pada saat proses pemilihan, sehingga tampak sebagai “unjuk muka dan tebar pesona” di hadapan peserta musda.

Pada saat momentum  tahap kedua pemilihan ketua  PDPM ada  intimidasi politik terhadap kader pemuda muhammadiyah calon yang lain. Banyak kesaksian, dan ditengarai ada upaya money politic yang jelas melanggar nilai nilai  Aqidah Islamiyah dan etika organisasi Pemuda Muhammadiyah.

Akhirnya, ditengah ironi proses Musda yang “cacat konstitusional” dan tidak etis, Joko terpilih pada proses pilihan tahap kedua dengan perolehan 37 suara, sedangkangkan rival beratnya Imam Yudhianto, SH, MM mendapat 24 suara dan 1 abstain. Pemilihan kedua diadakan setelah pemilihan tahap pertama berlangsung imbang dengan perolehan yang sama, yaitu 29 suara. Perlu diketahui, pada putaran yang pertama dimana calon yang lain, yakni Yakub Trijuna Kaharudin, hanya memperoleh 17 suara saja yang harus berbesar hati mundur pada pilihan putaran pertama tersebut.

Terpilihnya joko pada kepemimpinan PDPM Magetan tahap kedua ini, banyak menyisakan persoalan, yakni munculnya ketidakpuasan kader “akar rumput” atas figur  dan kinerja joko selama ini. Joko sebagai ketua PDPM saat itu (2007-2011), telah gagal membawa kemajuan organisasi. Tidak hanya pelaksanaan program yang jauh dari harapan jama’ah, juga nihilnya proses pengkaderan, akuntabilitas keuangan tidak transparan, macetnya komunikasi antar anggota, andministrasi yang amburadul serta banyaknya kegiatan yang cenderung mengarah  kepada aktivitas politik praktis. (ditulis oleh : Majelis Penyelamat Organisasi PDPM Magetan, 25 April 2011)

Komentar
  1. rais mengatakan:

    sangat kecewa… tolong bedakan politik dengan organisasi muhammadiyah. di Boyolali (Sawit), hal ini tidak berlaku. Alhamdulillah

  2. satriyo mengatakan:

    setuju dengan kawan Imam, singkirkan syahwat politik dari ormas Muhammadiyah dan organisasi mantelnya….!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s