RETHINGKING PRAKSIS SOSIAL PEMUDA MUHAMMADIYAH

Posted: 9 April 2011 in Artikel

Menyongsong Musda PDPM se- Jawa Timur Tahun 2011

  Telah Usai Musda Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten / Kota di Jawa Timur, kini serentak akan berlangsung Musda Pemuda Muhammadiyah di berbagai daerah. Reformasi Kepemimpinan Pemuda Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi otonom yang cukup mewarnai dinamisasi di tubuh Muhammadiyah, menarik untuk diperbincangkan, karena menyangkut eksistensi kepemimpinan, dan arah visi calon penggerak Muhammadiyah ke depan.

Pemuda Muhammadiyah adalah organisasi yang menentukan bagi karir dan regenerasi kepemimpinan Muhammadiyah di masa depan. Karena disitulah kader-kader muda muhammadiyah digembleng dan mendinamisir berbagai aktivitas sosialnya. Namun ditengah kancah bujuk rayu politik nasional, kepemimpinan dan kendali organisasi otonom Muhammadiyah menjadi arena perebutan kepentingan politik praktis.

Partai-partai yang basis pendukungnya  kuat di Muhammadiyah semacam PAN, PMB  atau partai yang kepemimpinannya dipegang beberapa kader Muhammadiyah, (seperti misalnya PKS, Golkar, PPP, Gerindra, dll) berkepentingan menjadikan organisasi otonom Muhammadiyah sasaran pengorganisasian massa. Hal tersebut yang menyebabkan Muhammadiyah menjadi media tarik menarik kepentingan politik praktis. Tentu saja Muhammadiyah dan organ otonom dibawahnya harus bersikap netral untuk membangun dan menjaga kemuliaan organisasi.

Muhammadiyah sendiri memiliki basis kekuatan subjektif yang memiliki jasa besar bagi republik ini. Untuk itulah Muhammadiyah harus disterilisasikan dari kepentingan politik praktis. Organisasi otonom
dibawah Muhammadiyah sedapat mungkin harus tetap netral, salah satu strateginya adalah membangun program pembaruan yang bisa mengkristalisasikan kekuatan Muhammadiyah diberbagai bidang dan
bukannya membuat kerdil Muhammadiyah.

Poros pendukung Muhammadiyah yakni pemuda muhammadiyah—-organisasinya—-menjadi alat untuk mengembleng kader-kader Muhammadiyah yang kelak akan meneruskan tampuk kepemimpinan organisasi dan menjadi pilar bagi perkembangan jammaah Muhammadiyah dalam berbagai bidang sosial kemasyarakatan.

Kekuatan Muhammadiyah setidaknya ditopang oleh tiga hal, yaitu jamaah, struktur organisasi dan amal usaha atau yang beken dengan sebutan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Ketiga kekuatan tersebut
menyatu dalam sebuah sinergitas memancarkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar menuju the real muslim society (masyarakat muslim yang sebenarnya) yang terbingkai dalam kalimat baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Kekuatan jamaah mengindikasikan Muhammadiyah sebagai organisasi massa yang terbentuk dari kumpulan banyak orang dengan visi atau mindset dan tujuan yang sama. Dari sini Muhammadiyah dapat dipahami sebagai kekuatan arus bawah dengan penuh kesadaran yang kemudian menghimpun diri menjadi sebuah kekuatan dahsyat dalam sebuah nidham (peraturan organisasi sistematis) yang darinya menghasilkan aktivitas positif bagi upaya memanusiakan manusia.  Muhammadiyah adalah sebuah
nidham yang menegakkan kebenaran, sebagai lawan kebatilan, kebenaran yang tak terorganisir dapat terkalahkan oleh kebatilan yang terorganisir. Oleh karena itu kekuatan jamaah perlu ditampilkan untuk
menunjukkan kekuatannya sebagai sebuah organisasi massa.

Betapa kekuatan jamaah perlu sekali waktu ditampilkan pernah dilakukan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam pada peristiwa Fath al-Makkah (terbukanya Kota Makkah). Setelah berhasil membangun masyarakat muslim di Madinah, beliau dengan mengerahkan ratusan ribu jamaah berbaris ke Makkah dan itu membuat miris para pemimpin dan masyarakat kafir Makkah. Maka mereka pun berbondong-bondong masuk Islam dan jatuhlah Kota Makkah ke tangan umat Islam di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam.

Oleh Philip K Hitti dikatakan, sejak jatuhnya Kota Makkah ke tangan umat Islam dan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam menjadi pemimpin Arab (bukan hanya Islam) ketika itu. Ini semua adalah kekuatan jamaah.

Sebagai organisasi massa Islam yang digolongkan modern, Muhammadiyah memiliki struktur organisasi berjenjang secara hierarkis dari yang terendah yaitu ranting sampai yang tertinggi, yakni pimpinan pusat. Kekuatan Muhammadiyah tidak hanya terletak pada anggota dan struktur organisasi, tetapi juga oleh amal usahanya yang sedemikian banyak dan beragam.
Amal Usaha Muhammadiyah  meliputi bidang-bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi dan sebagainya. Muhammadiyah memiliki 155 perguruan tinggi seluruh Indonesia yang dipergunakan untuk mencerdaskan kader dan jamaahnya.. Belum lagi yang berupa Sekolah Tinggi dan Akademi.
Keseluruhan mahasiswa yang ada bisa mencapai 50.000 orang. Belum lagi jumlah dosen dan stafnya. Belum juga sekolah, panti asuhan, pondok pesantren, rumah sakit dan sebagainya.

Kesan yang ada selama ini, struktur di level cabang dan ranting relatif lebih lemah di banding pada level daerah dan wilayah. Ini tidak boleh dibiarkan berlama-lama. Sebab kekuatan di level bawah
itulah kekuatan sejati Ormas seperti Muhammadiyah ini. Itulah sebabnya penguatan basis bawah Muhammadiyah harus terus dibangun melalui Program Pemberdayaan Cabang dan Ranting.
Berjamaah saja tentu tidak cukup. Islam menekankan amal atau perbuatan dari pemikiran. Amal adalah manifestasi pemikiran dan pemahaman terhadap Islam. Dari sinilah kemudian menghasilkan amaliah kolektif yang terkenal dengan istilah AUM (amal usaha muhammadiyah). AUM memiliki nilai strategis bagi organisasi atau persyarikatan, bangsa dan kemanusiaan.

Bagi persyarikatan, AUM berfungsi sebagai alat dakwah, kaderisasi,kemanusiaan dan pengembangan ekonomi. Sebagai alat dakwah, karena pelayanan publik yang kita lakukan adalah cerminan keislaman dan sarana syiar Islam dalam bentuk perbuatan nyata, yang dalam terminologi dakwah sering disebut sebagai dakwah bi al-hal. Fungsi penting lain AUM tentu saja adalah sebagai media pencetakan kader
Muhammadiyah. Untuk yang satu ini sering terjadi benturan kepentingan. Karena kerap terjadi kita mengambil tenaga di AUM berhadapan dengan persoalan profesionalisme dan kemanusiaan.

Pengelola AUM harus berbasis kader adalah harga mati. Tetapi kita juga tidak ingin pengelola AUM yang tidak profesional di bidangnya. Di samping itu, AUM juga harus memenuhi kualifikasi eksternal seperti Depdiknas di bidang pendidikan, Depkes di bidang kesehatan dan sebagainya. Harus menjadi bahan renungan bagi para aktivis AMM untuk memenuhi kriteria profesional dan kualifikasi yang
dibuat lembaga terkait jika tidak ingin tersingkir dari percaturan pengelolaan AUM.

Karakter orang Muhammadiyah adalah sense of humanity atau syahwat kemanusiaannya yang sangat besar. Sehingga tidak jarang ketika merekrut tenaga untuk AUM, pertimbangan kemanusiaan mengalahkan kepentingan kaderisasi. Seorang direktur RS PKU tidak akan tega melihat di dekat rumahnya ada anak yatim yang belum bekerja. Dalam situasi seperti ini, rasa kemanusiaan dapat mengalahkan segalanya. Namun demikian kita akan selalu berkomitmen AUM adalah bagian dari
media kaderisasi. Sense of humanity inilah yang penulis sebut dengan kasih sayang.

Mendengar kata kasih, kita seolah terbawa pada istilah lazim Kristen, karena dalam tradisi Kristen ungkapan “kasih Allah” telah menjadi idiom bakunya. Bahkan mereka terbiasa menyampaikan ungkapan
God is Love (Tuhan adalah kasih, cinta). Dari sini kemudian terbentuk citra yang agaknya menyudutkan Islam, bahwa Kristen dibangun di atas paradigma kasih, sedangkan Islam dibangun di atas paradigma jihad. Jihad sering dipahami sebagai perang yang identik dengan kekerasan dan teror. Padahal yang ada malah sebaliknya, jihad adalah upaya pemurnian tauhid dan dilakukan penuh dengan nilai nilai kemanusiaan (beda dengan teror tidak bertanggungjawab, yang kini kerap dilakukan oleh para teroris berkedok islam). Sebagai nilai kemanusiaan,sesungguhnya Islam sangat akrab dengan nilai kasih dan sayang, yang dalam term Al Quran terekspresikan dalam kata ar-rahman dan ar-rahim. Bahkan ini sebenarnya telah menjadi ruh dan pedoman perilaku seorang muslim. Sebab dalam semua tindakannya, setiap muslim harus selalu mengucapkan kalimat basmallah, bismillahirrahmanirrahim (dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang). Perbuatan yang dilakukan tanpa membacanya maka terputus nilai ukhrawinya (keberkahannya). Kedua kata ini juga terdapat dalam surat Al Fatihah yang wajib dibaca dalam setiap sholat, Jadi, bisa dibayangkan berapa banyaknya kata kasih sayang setiap hari meluncur dari lisan setiap muslim. Maka persoalannya, saat ini sejauh mana kita menghayati dan mengamalkan ucapan tersebut, yang disadari atau tidak, sering menjadi tidak sinkron dengan perbuatan kita.

Akhirnya Rethingking praksis sosial Pemuda Muhammadiyah ada beberapa agenda strategis yang harus dilakukan :

Pertama, pemuda muhammadiyah harus kembali ke visi Muhammadiyah sebagai organ pergerakan yang andil dalam membangun republic. Tentunya dengan menggali nilai-nilai kebangsaan dan spirit religiusitas sebagai landasan penopang aktivitas program yang harus dilakukan.

Kedua, pemuda muhammadiyah sebagai organisasi pemikiran dan aksiologis, sehingga harus mampu menciptakan diskursus dalam berbagai dialog internal dan ekstrenal, sehinggga menjadi pemimpin dalam pengembangan wacana keislaman yang humanis, dan pro justice (keadilan)

Ketiga, Pemuda Muhammadiyah mampu menangkap isu local dan aspirasi masyarakat didaerah agar bisa menjadi kekuatan civil society yang berfungsi dalam advokasi hak-hak public seperti hak petani, buruh, ummat muslim marjinal, serta berbagai sector sosial yang mengalami keterpinggiran karena kebijakan politik-ekonomi didaerah.

Majulah pemuda Muhammadiyah dengan pemikiran yang menjangkau cakrawala keislaman dan menjejak bumi aksi sosialnya. Semoga engkau tetap jaya…. Fastabiqul Khairat..

ditulis oleh: H. IMAM YUDHIANTO SOETOPO, SH, SE, MM, —  Ketua Bidang Hukum Dan HAM Pemuda Muhammadiyah Magetan —  d/a: Desa Ngujung Rt 08/Rw 03, Maospati, Magetan — NBM. 1316 7807 1013325

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s