Perbedaan Waktu Iedul Adha 1431H : Jadi Bingung?

Posted: 22 November 2010 in Oase Imani

Pada sidang itsbat 8 Nopember 2010 lalu, pemerintah memutuskan Idul Adha jatuh pada 17 Nopember 2010. Forum resmi tersebut dihadiri perwakilan ormas-ormas Islam dan pakar hisab rukyat.

Ada dua Ormas Islam yang berbeda penetapannya dan menyatakan berlaku untuk internal mereka.  Muhammadiyah, berdasarkan kriteria wujudul hilal, menyatakan Idul Adha jatuh pada 16 Nopember 2010. Sedangkan Dewan Da’wah Indonesia, karena mengikuti wukuf di Arafah pada 15 Nopember 2010, juga menetapkan Idul Adha jatuh pada 16 Nopember 2010.

Sedangkan terkait dengan perbedaan pemaknaan hari Arafah, ada 2 pendapat yang berkembang. Pendapat pertama mengaitkan dengan wukuf di Arafah. Sedangkan pendapat kedua, tidak mengaitkan dengan wukuf.

Pendapat yang mengaitkan dengan wukuf di Arafah, manyatakan bahwa shaum Arafah tergantung tanggal pelaksanaan wukuf di Arafah. Pada musim haji 1431 H atau tahun 2010, wukuf di Arafah ditetapkan pada 15 Nopember 2010. Jadi, pada hari itulah mereka melaksanakan shaum Arafah dan melaksanakan Idul Adha pada 16 Nopember 2010.

Sedangkan pendapat mayoritas ulama di Indonesia dan Malaysia serta beberapa negara lainnya menyatakan bahwa hari Arafah hanyalah penamaan hari (yaum) 9 Dzulhijjah yang ditetapkan secara lokal. Perlu diketahui, bahwa yaum Arafah adalah 9 Dzulhijjah, yaum nahar (hari qurban) pada 10 Dzulhijjah, dan yaum tasyrik pada 11 – 13 Dzulhijjah.

MENGAPA BERBEDA?

Garis tanggal wujudul hilal pada gambar di bawah tampak melalui Afrika Utara, Arab Saudi, India, dan bagian Utara Indonesia. Maknanya, di sebelah kanan garis tersebut pada saat maghrib 6 Nopember 2010 (hari terjadinya ijtimak, saat bulan dan matahari segaris bujur), bulan telah berada di atas ufuk.

Dengan garis tanggal ini, kita bisa membaca adanya potensi perbedaan hari raya di Indonesia yang disebabkan perbedaan kriteria dan perbedaan konsep Idul Adha. Bulan di Indonesia saat maghrib 6 Nopember 2010 sudah di atas ufuk dengan tinggi positif, tetapi umumnya masih kurang dari 2 derajat.

Di Indonesia dikenal 2 kriteria umum yang digunakan oleh ormas-ormas Islam dan Badan Hisab Rukyat (BHR) sebagai perangkat Kementerian Agama. BHR sendiri terdiri dari wakil ormas dan pakar astronomi dan hisab-rukyat.

Pertama, kriteria wujudul hilal yang dianut Muhammadiyah. Menurut kriteria ini, awal bulan ditandai dengan posisi bulan telah berada di atas ufuk pada saat maghrib atau bulan lebih lambat terbenam dari pada matahari. Kedua, kriteria imkanurrukyat, kemungkinan bisa dirukyat (dilihat oleh kedua mata) yang dianut Persis dan NU (dalam hisabnya) serta BHR.

Di Indonesia digunakan kesepakatan kriteria tinggi bulan minimal untuk bisa dirukyat adalah 2 derajat, meskipun secara astronomi dianggap masih terlalu rendah. Tinggi bulan di Indonesia yang sudah di atas ufuk tetapi umumnya kurang dari 2 derajat berpotensi menimbulkan perbedaan penetapan awal Dzulhijjah 1431 H.

Berdasarkan kriteria wujudul hilal, hilal yang telah berwujud (terbentuk) pada 6 Nopember 2010, menjadi dasar penetapan awal Dzulhijjah 1431 H pada 7 Nopember 2010 dan  Idul Adha bertepatan 16 Nopember 2010. Namun, bila menggunakan kriteria imkanur rukyat (kemungkinan hilal dilihat), hilal yang masih sangat rendah tidak mungkin bisa dirukyat sehingga awal Dzulhijjah sangat mungkin pada 8 Nopember 2010 dan Idul Adha bertepatan dengan 17 November 2010.

Di Arab Saudi pun tidak mungkin ada rukyat pada 6 November 2010. Sehingga awal Dzulhijjah 1431 H jatuh pada 8 Nopember 2010, wukuf diperkirakan 16 Nopember 2010, dan Idul Adha pada 17 Nopember 2010.

Ada sebagian ormas Islam, seperti Hizbut Tahrir Indonesia dan Dewan Da’wah Indonesia, yang berpedoman pada penetapan hari wukuf di Arafah dan masih menggunakan konsep hari menurut garis tanggal internasional. Menurut pendapat seperti ini, hari Arafah adalah hari wukuf di Arafah (Arab Saudi) dan besoknya Idul Adha.

Pendapat umum di Indonesia, hari Arafah jatuh pada 9 Dzulhijjah, sama halnya penamaan hari Qurban 10 Dzulhijjah dan hari Tasyriq 11 – 13 Dzulhijjah yang bergantung kondisi hilal setempat.  Perbedaan konsep Idul Adha seperti ini juga menjadi penyebab terjadinya perbedaan penetapan Idul Adha di Indonesia.

BINGUNG ?

Sebagian masyarakat bingung karena khawatir haram bila shaum pada 16 Nopember 2010 karena sudah ada yang melaksanakan Idul Adha. Tidak perlu bingung, karena beribadah didasarkan pada keyakinan.

Caranya, pilih dulu Idul Adha yang paling meyakinkan. Bila memilih 17 Nopember 2010, biasanya karena hal tersebut merupakan hasil sidang itsbat yang dasar syar’i dan ilmiahnya paling kuat. Secara syar’i, menaati hasil keputusan pemerintah demi kemaslahatan ummat hukumnya wajib. Hal ini seperti yang difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 2004.

Secara ilmiah, tidak mungkin ada rukyat hilal, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi, pada 6 Nopember 2010. Sehingga 1 Dzulhijjah 1431 H jatuh pada 8 Nopember 2010 dan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1431 H jatuh pada 17 Nopember 2010.

Bila sudah yakin Idul Adha jatuh pada 17 Nopember 2010, yakin juga bahwa 16 Nopember 2010 masih hari Arafah, jadi disunnahkan shaum Arafah. Jangan dibimbangkan oleh saudara-saudara kita yang mempunyai keyakinan bahwa 16 Nopember 2010 sudah Idul Adha 1431 H. Begitu juga sebaliknya.  Wallahu a’lamu bish shawab.

Disarikan dari 2 tulisan Prof. Dr. Thomas Djamaluddin berjudul “Menyikapi Perbedaan Idul Adha 1431 H” dan “Potensi Perbedaan Idul Adha 1431/2010” yang dipublikasikan di blog pribadinya. Beliau adalah Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan Anggota Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama Republik Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s